Bitung, Sahabat Bhayangkara |
Kepulan asap tebal dari kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Lokon, Kota Tomohon, kini terlihat jelas hingga ke wilayah Kota Bitung.
Sejak Selasa (13/10/2026) hingga Rabu (14/10/2026), sejumlah kawasan pegunungan di kota bitung tampak diselimuti kabut asap, di tengah kondisi cuaca kering yang telah berlangsung berbulan-bulan.
Merespons dampak yang semakin terasa, Kepolisian Resor (Polres) Bitung melalui Humas resmi mengeluarkan himbauan mendesak kepada seluruh warga Kota Bitung untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Langkah ini diambil menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung.
Kapolres Bitung, AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., menegaskan pentingnya kewaspadaan bersama.
"Asap dari kebakaran hutan dan lahan mengandung partikel berbahaya yang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan.
Polusi udara bisa menyebabkan sesak napas. Kami mengimbau warga untuk tidak meremehkan dampak asap ini. Lindungi diri Anda dan keluarga dengan selalu memakai masker yang layak," ujar Kapolres Bitung.
Selain memakai masker, Polres Bitung juga menyarankan masyarakat untuk memperbanyak minum air putih guna menjaga hidrasi tubuh dan menjaga kesehatan saluran pernapasan.
Warga diminta waspada terhadap gejala awal seperti batuk, sesak napas, iritasi tenggorokan, dan mata perih. Jika gejala muncul, segera kurangi aktivitas di luar ruangan dan konsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Kehadiran Polres Bitung dalam menyampaikan himbauan ini adalah wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat — tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga melindungi kesehatan warga.
"Jaga diri, jaga kesehatan kita bersama. Keselamatan dan kesehatan Anda adalah prioritas kami. Mari kita hadapi musim asap ini dengan kewaspadaan dan kepedulian," pungkas AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K.,M.H.


