Manado, Sahabat Bhayangkara |
Suasana kekeluargaan dan kearifan lokal mewarnai kedatangan Wakil Kapolda Sulawesi Utara (Wakapolda Sulut) yang baru, Brigjen Pol Dr. Susetio Cahyadi, S.I.K., M.H., di Manado. Bersama istri, Ny. Natalia Susetio Cahyadi, beliau disambut meriah oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Sulut, Irwasda, serta para Kapolres di wilayah hukumnya.
Penyambutan ini tidak hanya sekadar formalitas kedinasan, melainkan wujud penghormatan budaya yang mendalam. Tarian tradisional Minahasa, Maengket, yang sarat makna syukur dan kebersamaan,
dibawakan khusus sebagai simbol selamat datang dan doa agar kepemimpinan baru senantiasa diberkahi kelancaran dalam mengabdi. Kehangatan tarian ini seketika mencairkan suasana, menegaskan bahwa Polri di Sulut adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Brigjen Pol Dr. Susetio Cahyadi menyampaikan pesan rendah hati namun penuh semangat kepada seluruh jajaran. Ia menekankan bahwa keberhasilan tugas kepolisian bukanlah beban satu orang, melainkan hasil kolaborasi seluruh elemen.
"Atas amanah kepemimpinan baru ini, saya memohon dukungan penuh dari seluruh PJU Polda Sulut untuk membantu kinerja saya bersama Kapolda Sulut. Mari kita terus berbuat yang terbaik demi melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat, sesuai filosofi 'Polri Hadir Untuk Masyarakat'," ujarnya dengan nada tegas namun bersahabat.
Lebih lanjut, Wakapolda Sulut berpesan agar rasa persaudaraan dan kekompakan antar-personel terus dipelihara. Menurutnya, soliditas internal adalah kunci utama dalam memberikan pelayanan prima kepada publik. Ketika polisi merasa nyaman dan didukung oleh rekan sejawat, maka energi positif itu akan otomatis tersalurkan kepada masyarakat yang dilayani.
"Semoga kekompakan ini terus dijaga dan dipelihara sesama personel Polda Sulut. Dengan hati yang satu dan langkah yang selaras, kita mampu menjawab setiap tantangan keamanan dan kebutuhan warga," pungkasnya.


